Loading

Cerita Horor : Warung bude sum yang mendadak sepi karena dijaga sosok genderuwo – Warung makan bude sum biasanya selalu ramai oleh para pembeli, namun dua minggu ini mendadak sepi. Ternyata alasan nya begini…

Ini adalah cerita dari salah seorang keluarga saya yang memiliki warung makan ditengah ibukota anamnya bude sumyati. Walaupun ia terlahir sebagai orang jawa, namun samasekali tidak percaya dengan hal-hal mistis atau makhluk halus. Dan beberapa minggu ini warung makannya sudah terlihat mulai sepi, namun bude sum tak punya pikiran macam-macam.

Warung Menjadi Sepi

Beberapa pelanggan memang masih ada yang datang ke warung bude sum namun tidak seramai biasanya. Biasanya saat jam makan siang saat jam istirahat akan banyak pelanggan yang mengantri minta dibungkuskan nasi bahkan sampai membuat bude sum kewalahan. Namun tidak dengan dua minggu terakhir ini, paling banyak paling cuma delapan orang perhari yang datang. Sebelum jam 3 sore biasanya dagangan bude sudah habis laris manis dibeli orang. Sekarang jangankan habis, sampai adzan magrib bisa habis setengahnya saja sudah alhamdulillah.
“Ya mungkin memang sedang wayahnya sepi, lagi di uji rezekinya” tutur bude sum.

Diguna-guna?

Ketika bercerita dengan ibuku ditelepon, ibu sudah menebak kalu warung bude sedang “dikerjai” oleh seseorang yang mau berbuat nakal. Karena ketika berkunjung pun warung bude sangat ramai di datangi pembeli dan masakannya pun memang enak. Ibuku mengatakan bude sedang di guna-guna oleh orang lain, tidak ada apa-apa kok bisa mendadak sepi. Bude masih menanggapinya dengan cuek, dan menganggap ini semua “memang lagi wayahnya sepi”.
Selesai bertelefon dengan ibuku, bude langsung bergegas menutup warungnya karena adzan magrib sudah berkumandang. Belum selesai menggembok warungnya ada seorang bapak-bapak mampir ke warung. Ia bersikap aneh dan sedikit tertegun melihat kesisi sebelah pintu seperti orang kaget kaya liat setan dan langsung mendadak menyapa bude,
“Yah, warungnya tutup ya bu”
“Duh, iya nih mas. Saya sudah mau pulang.”
“Ngomong-ngomong, ibu kenapa pakai seperti itu ya? padahal masakan ibu sjaa itu sudah enak loh”
“seperti itu apa yah mas maksudnya?”
“Penglaris bu.”
“Yaampun, boro-boro deh mas.”
Orang itu terdiam sambil sesekali melirik kearah sebelah pintu. Ia seperti sedang berpikir sesuatu..
“Palingan ada orang yang mau jahat sama ibu jadi ngirim begituan” jawab orang ini
“Ngirim apasih pak. Tolong jangan aneh-aneh deh pak, saya nau pulang udah magrib” jawab bude kesal.
“Saya gak bicara sembarangan kok bu, ini didepan saya sudah berdiri sosok genderuwo dengan wujud yang sangat seram” kata orang asing ini.
“Sudah yah pak gausah nakut-nakutin, saya gak percaya sama hal-hal begituan” ketus bude semakin kesal dan ia pun langsung pergi meninggalkan orang asing itu.

Warung Bude Selama Ini Terlihat Selalu Tutup

Ketika perjalanan pulang kerumah bude berpapasan dengan Pak Dadang, ia adalah seorang penjual kerupuk yang biasa menyetor kerupuk ke warung bude sum. Namun hampir 2 minggu pak dadang tidak pernah mampir untuk menyetorkan kerupuknya ke warung. Biasanya pak dadang menyetorkan kerupuk tak hanya sehari sekali, bahkan bisa sampai 3 kali datang.
“Eh pak dadang, apa kabar? Kok gapernah mampir warung buat setor kerupuk sih?”
Pak dadang terkejut saat disapa bude sum.
“Gimana mau mampir bu, warungnya tutup terus. Saya kira bu sum ini pulang kampung. Soalnya lama banget gak buka” jawab pak dadang.
“Hus ngawur, selalu buka kaya biasanya kok”
Raut wajah pak dadang langsung berubah saat mendengar hal itu. Ia mencoba mengingat-ngingat sesuatu.
“Tapi apa benar bu, warungnya buka terus? Waktu itu saya melihat warung ibu memang tutup, tirainya juga tertutup dan pintunya digembok. Keesokan harinya saya datang dan masih tutup lagi, sampe dua minggu ini setiap hari saya lewat warung ibu memang keadaanya tutup”

Sosok Genderuwo Yang Berdiri Di Depan Warung

Sekarang giliran bude sum yang terdiam, terkejut dengan apa yang dituturkan pak dadang. Ia mengingat apa yang di alaminya 2 minggu ini memang agak aneh dan langsung terpikirkan omongan orang asing yang ditemuinya di warung tadi.
“Bu…. kok bengong sih?”
“Gini, akhir-akhir memang warung kurang rame pak. Biasanya abis adzan ashar aja sudah sampai rumah dan makanan habis semua. Tapi sekarang sampai maghrib aja saya masih suka bawa pulang sisa masakan. Terus tadi ada orang asing yang tiba-tiba bilang ada sosok genderuwo yang berdiri didepan warung. Saya jadi kepikiran terus pak dari tadi, kenapa ya?” tanya bude sum.
“Ohhh, mungkin itu alasan nya bu. Hal itu udah gak asing lagi di dunia bisnis, banyak orang yang rela pake cara kotor buat jatuhin orang lain. Karena hal itu, orang yang mau beli jadi mengira kalau warung ibu memang benar tutup dan mendadak sepi pembeli.”
Bude sum berpikir sejenak. Dan tiba-tiba menanyakan
“Sebenarnya saya gak percaya sama hal-hal begini pak. Tapi, apa pak dadang kenal orang pintar yang biasa bantu hal-hal kaya gini ya?”
“Tentu bu, ada kok. Dia tetangganya adik ipar saya. Nanti saya antarkan yah” jawab pak dadang sembari tersenyum.
Bude sum membalasnya dengan tersenyum tipis sambil meninggalkan pak dadang. “Barangkali bener kan, dicoba aja deh”

Baca Juga: Sepeda Roda Tiga Yang Bisa Berjalan Tanpa Pengendara Diatas Nya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *