Loading

Cerita Horor – Akibat mengambil tema wisata rumah hantu, siswa satu kelas harus menerima kenyataan kalau ada sosok tak kasat mata yang terganggu akan hal ini. Kisah ini terjadi beberapa tahun lalu kepada nisa saat ia masih duduk dibangku SMP kelas 9. Sebagai murid tahun terakhir ia harus mempersiapkan ulangtahun sekolahnya serta menyambut pentas seni.

Semua murid dari setiap kelas diberi kebebasan untuk membuka usaha stand mereka demi meramaikan acara. Banyak yang memilih berjualan makanan atau minuman tapi tak banyak juga dari mereka yang memilih membuka stand fashion atau pembacaan kartu tarot.

Bbaca Juga : Sosok Bayangan Nenek-Nenek DIbalik Tirai Jendela Kosku, PART II

Proyek Wisata Rumah Hantu

Namun, nisa ingin mencoba melakukan hal yang berbeda dan belum pernah ada yang melakukan itu sebelumnya. Yaitu membuka proyek wisata rumah hantu dalam kelas, ia mengajak beberapa temannya untuk melakukan rencana ini. Semua saling tunjuk untuk menentukan siapa yang akan jadi hantu nya, anak perempuan tentu saja bergidik ngeri dan cepat-cepat menggelengkan kepala.
“Ya sudah. Aku, riyan dan sidik saja yang jadi hantu. Tapi kayanya kamu juga ikut deh nis, kan kamu tadi yang ngusulin, Buat bonus lah ada setan ceweknya juga hahaha.” ucap dito.

Nisa menghela napas, mentang-mentang ia ketua kelas, semua beban teman-temannya jadi sering terlimpahkan kepadanya. Karena rumah hantu ini memang usulannya dan ia mengakui.
“Widia juga cocok deh kayanya” celetuk sidik tiba-tiba ke arah widia sianak kalem dan pendiam yang memiliki rambut panjang.
“Kamu emangnya mau wid?” tanya nisa dengan halus. ia sendiri sebenarnya agak takut kalau ia berperan jadi hantu.
Widia tersenyum seakan malu untuk menolak, namun tak mau melewatkan kesempatan juga untuk di notice teman-temannya. “Gimana wid?” desaknya. Akhirnya ia mengangguk, sontak seluruh anak sekelas bertepuk tangan.

Lalu datanglah hari dimana semua anak dikelas mempersiapkan rumah hantu. Sebagian anak laki-laki bertugas mendekor ruangan dengan menebar banyak sekali daun kering. Dan beberapa kain hitam dibentangkan untuk membentuk jalur wisata rumah hantu. Lalu para pemeran hantu sedang bersiap-siap merias wajahnya. Dan nisa sibuk mencari backsound-backsound horor untuk menambah kesan seram.

Malam nya kami menyiapkan gladi resik untuk besok pagi sambil melihat pentas seni dari perwakilan per kelas untuk naik keatas panggung. Baik menampilkan bakat menyanyi, dance ataupun band dan setiap siswa menunggu gilirannya. Nisa ikut mengantar kepanggung untuk mendaftarkan kelasnya, tiba-tiba ia terkejut dengan beberapa teman kelasnya berlari dengan wajah mereka yang pucat.
“Nis, gawat nih”
“Hah, kenapa?”

Kena Tegur Hantu Aslinya

Kemarin, nisa dan teman-temannya membeli beberapa-puluh lolipop untuk dijadikan bonus untuk para pelanggan rumah hantu nya. Namun malam itu, tiba tiba seluruh lolipop yang mereka siapkan telah meleleh seperti telah terjilat oleh seseorang. Positif thingking saja ini adalah sebab dari cuaca, namun dari pagi udara tidak panas sama sekali. Bahkan sampai sore tadi cuaca hanya mendung saja dan semuanya tampak baik-baik saja sampai tadi sore.

Lalu ia memanggil salah satu adik kelasnya yang berna sintya, ia adalah anak yang bisa berkomunikasi dengan makhluk halus. Ia masuk kedalam kelas yang sudah terhias sedemikian rupa menjadi rumah hantu itu sendirian, setelah beberapa menit ia keluar dengan wajah yang tampak cemas.
“Ada tiga sosok bertubuh besar tinggi dan mereka marah, karena pura-pura jadi hantu bukan lah lelucon” ucapnya.
Anak satu kelas termasuk nisa terdiam mendengarnya, dan…

 

 

Apa yang terjadi selanjutnya, simak kisah berikutnya pada next part ya!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *